Suatu hari nanti, kita akan dipertemukan dengan seseorang yang benar-benar mencintai kita tanpa alasan. Tanpa dusta dan kepalsuan.
Suatu hari nanti, kita akan dipertemukan dengan seseorang yang membiarkan kita menjadi diri sendiri. Tanpa topeng, dan tanpa kepura-puraan.
Suatu hari nanti, akan ada seseorang yang akan membuat kita yakin, bahwa ternyata, dia adalah sebaik-baik pilihan. Yang mampu membuat kita menetap, tanpa sempat berpikir untuk berpindah tempat.
Apa yang kau takutkan dari jarak? Bukankah kita masih berada di bawah langit yang sama?
Bukankah kita masih bisa melipat jarak dengan sama sama saling mendoakan?
Kita selalu butuh jeda, untuk merasakan atau bahkan melepaskan sesuatu.
Rindu terlalu pedih jika hanya dipendam.Rindu terlalu indah jika hanya diucapkan.
Rindu hanya butuh dipertemukan.
Untuk setiap langkah yang telah kita lalui, kamu harus tahu satu hal;
aku selalu berusaha untukmu. Entah di masa depan nanti kamu menjadi
milik siapa setidaknya kamu harus tahu, bahwa pernah ada satu laki-laki yang sangat ingin bersama'mu sampai akhir.
Mungkin kita hanya berpisah sementara, berjuang bersama meski dipisahkan
oleh jarak yang ada. Tapi tak apa, tak ada kekhawatiran, tak ada
keresahan. Sebab nanti bila waktunya telah tiba, kau tahu harus kembali
pada siapa.
Jangan berlaku sesukanya, saat kamu merasa dicintai olehnya. Mungkin saja kamu lupa, jika ia bisa pergi kapan saja.
Simpan keluhmu dalam diam, jangan biarkan semua orang tau jatuh bangunnya kamu berjuang. Sebab orang lain hanya menilai sebatas apa yang di lihat.
Tahan lelahmu, tegarkan dirimu, dan luahkan semua dalam doa panjangmu.
Akan ada saatnya nanti, kamu tunjukkan kepada mereka jika kamu mampu dan layak diberi ucapan selamat.
Jika diberikan kesempatan kedua, hargailah. Karena itu adalah sebuah
anugerah. Jangan sia-siakan. Bisa jadi, itulah kesempatan terakhir yang
kita punya.
Yang menyakitkan dari sebuah perpisahan adalah kenyataan bahwa kamu akan
menemukan dia yang berbeda di saat perjumpaan yang berikutnya .Terkadang, kau hanya mementingkan egomu sendiri.
Tanpa memikirkan aku yang sering kau sakiti.
Mungkin tuhan sedang menguji kita.
Mungkin juga waktu sedang bermain-main dengan keseriusan kita.
Mungkin saat ini saling menyakiti adalah satu-satunya jalan yang membuat kita bisa bertahan.
Dalam jarak yang bernama perbedaan.
Jika kamu sibuk dengan urusanmu aku akan mengerti.
Jika kamu sibuk dengan teman-teman di sekitarmu aku akan mengerti.
Jika kamu tidak punya waktu untukku aku akan mengerti.
Tapi, jika suatu saat nanti kau temui aku sedang merasa lelah menghadapi itu semua.
Itulah giliranmu untuk mengerti.
Sebab, sekuat-kuatnya hati. Jika di paksa harus mengerti sendirian, pasti akan melelahkan juga.
Jika setiap harapan berjalan sesuai rencana, kita tak pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan.
Terkadang aku suka bertanya-tanya, mana yang lebih melelahkan. Menunggu ataukah mengejar?
Dan nanti, jika suatu saat kamu merasa lelah. Berhentilah sejenak, dan
katakan pada dirimu sendiri “jika dia memang milikku semelelahkan apapun
itu pasti dia tetap menujuku”. Tidak perlu terlalu memaksakan
segalanya.
Orang yang memilih tidak peduli, dulunya adalah orang yang paling sering mencari.
Orang yang memilih menyerah, dulunya adalah orang yang mencintai paling tabah.
Orang yang memilih pergi, dulunya adalah orang yang pernah bertahan sekuat hati.
Jika boleh mengulang hari, aku akan mengulang hari di saat kamu sedang
cinta - cintanya. Karena saat itu, rasanya aku pernah menjadi seseorang
paling beruntung sedunia.
Rasa sakit hati adalah pembelajaran, bahwa cinta sesungguhnya hanyalah milik tuhan.
Mungkin aku menatap terlalu jauh, mungkin aku berharap terlalu tinggi,
mungkin aku bermimpi terlalu banyak, hingga ketika aku terjatuh dari
semua itu, aku kesakitan.
Kau tahu, apa arti kehilangan yang sebenarnya? Kehilangan yang membuatmu hidup dalam kesedihan karena rasa bersalah yang bisa tiba-tiba muncul. Kehilangan yang bisa membuatmu menyesal tidak bisa melakukan sesuatu yang lebih baik lagi, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk pergi.
Lalu bagaimana jika kau diberikan satu kesempatan untuk melakukan sesuatu agar dia tidak pergi untuk yang kedua kalinya lagi? Apakah kau juga akan mencintainya, seperti dia mencintaimu? Apakah kau juga akan memperioritaskannya? Dan apakah kau akan menyadari betapa berharganya dia?
Jika sama-sama saling cinta seharusnya saling menjaga. Menjaga agar tak
ada kecewa, menjaga agar bisa meminimalisir lara. Karena semakin besar
rasa sayang terhadap seseorang, semakin tinggi pula harapan kita kepada
orang itu, dan akan semakin mudah pula diri kita untuk dikecewakan.
Setidaknya kamu perlu belajar tentang satu hal, yaitu menghargai keseriusan seseorang.
Sebab tidak ada pertemuan tanpa perpisahan, maka sebaik-baiknya kebersamaan ialah saling percaya dan saling mendoakan.
Yang terbaik bukanlah yang datang dengan segala kelebihan. Namun, yang takan pergi karena segala kekurangan.
Yang putih belum tentu bersih, yang hitam belum tentu pahit, yang cuek
belum tentu tidak peduli, yang terlihat ceria belum tentu bahagia. Jadi,
berhentilah menilai seseorang hanya dari sisi luarnya saja. Barangkali
kau melewatkan sesuatu yang luar biasa di dalam diri orang itu, yang
hanya bisa kau rasa, melalui hatimu.
Bahagia itu sederhana? Siapa yang bilang begitu? Faktanya bahagia tidak
bisa di dapat dengan begitu mudah. Jika seseorang benar benar
menginginkan dirinya bahagia, mereka harus benar-benar berusaha, dan
tahan banting. Berdoa saja tidaklah cukup. Bahkan mungkin bagi sebagian
orang, ada yang harus rela mengorbankan hal-hal yang ia sukai agar
dirinya dapat bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar